Macam-macam Saka
- Saka Dirgantara
- Saka Bhayangkara
- Saka Bahari
- Saka Bakti Husada
- Saka Bina Sosial
- Saka Keluarga Berencana (Kencana)
- Saka Kerohanian
- Saka Pandu Wisata
- Saka Pekerjaan Umum (PU)
- Saka Pustaka
- Saka Taruna Bumi
- Saka Teknologi
- Saka Telematika
- Saka Wanabakti
- Saka Wira Kartika
- Saka Kalpataru
Berlaku Nasional
Saka Dirgantara
wing Bhakti
Saka Dirgantara
Saka Dirgantara
adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis
di bidang kedirgantaraan guna menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya
dalam pembangunan nasional. Satuan Karya ini membidangi bidang kedirgantaraan,
umumnya saka ini hanya berada di wilayah yang memiliki potensi kedirgantaraan,
dengan kata lain memiliki landasan udara.
Pelatihan
Saka Dirgantara umumnya memperbantukan para profesional di bidang
kedirgantaraan, TNI AU, pihak perusahaan penerbangan dan
klub aeromodelling. Pelatihan biasanya diadakan di sebuah Pangkalan
Udara tertentu.
Krida-krida
dalam Saka Dirgantara, sebagai berikut.
- Krida Olahraga Dirgantara
- Krida Pengetahuan Dirgantara
- Krida Jasa Kedirgantaraan
Kecakapan
Khusus Kelompok Kedirgantaraan, sebagai berikut.
|
Krida Olah
Raga Dirgantara
|
Krida
Pengetahuan Dirgantara
|
Krida Jasa
Dirgantara
|
Saka Bhayangkara
Saka
Bhayangkara adalah wadah Pendidikan guna menyalurkan minat dan mengembangkan
bakat serta pengalaman para pramuka penegak dan pandega dalam berbagai ilmu
pengetahuan dan teknologi di bidang kebhayangkaraan sehingga mereka menjadi
anggota masyarakat yang baik, peduli terhadap keamanan,ketertiban masyarakat (Kamtibmas)
baik lokal, nasional, maupun internasional
Saka
Bhayangkara adalah Satuan Karya yang berada di bawah pembinaan Kepolisian
Negara Republik Indonesia, Disamping itu Saka Bhayangkara merupakan Saka
terbesar dan paling berkembang di Indonesia. Hal ini Karena Saka Bhayangkara
dapat dibentuk di hampir seluruh wilayah Kwartir di Indonesia, tidak terbatas
pada suatu sumber daya atau kondisi alam.
Krida-krida
dalam Saka Bhayangkara, sebagai berikut :
- Krida Ketertiban Masyarakat (Tibmas)
- Krida Lalu Lintas (Lantas)
- Krida Pengenalan Tempat Kejadian Perkara (PTKP)
- Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana (PPB)
- Subkrida Pasukan Berkuda (Paskud)
- Subkrida Pasukan Anjing Pelacak (Paskan)
- Subkrida Pemadam Kebakaran (Damkar)
- Subkrida Search And Rescue (SAR)
Pada saat
ini Krida saka bhayangkara yang memiliki subkrida Paskud hanya di wilayah Jakarta Timur, tepatnya Ranting Pasar Rebo,
Ciracas, dan Cipayung.
Pimpinan
Saka Bhayangkara, adalah bagian dari kelengkapan kwartir ditingkatnya yang
bertugas membantu kwartir dalam menentukan kebijaksanaan mengenai pemikiran,
perencanaan dan petunjuk tekhnis mengenai kagiatan Saka Bhayangkara.
Majelis
Pembimbing Saka Bhayangkara, disingkat Mabi Saka Bhayangkara adalah suatu badan
dari gerakan Pramuka ditingkatnya berkewajiban memberikan bimbingan dan bantuan
yang bersifat moral organisatoris, materiil dan finansial kepada Saka
Bhayangkara di tingkatnya.
Pamong Saka
Bhayangkara, adalah anggota dewasa gerakan Pramuka yang bertanggung jawab atas
pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara yang menjadi tanggung jawabnya.
Instruktur
Saka Bhayangkara, adalah anggota dewasa gerakan Pramuka atau seseorang yang
bukan anggota gerakan Pramuka, karena kemampuan dan keahliannya untuk membantu
pamong Saka Bhayangkara dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan Saka
Bhayangkara yang menjadi tanggung jawabnya.
Dewan Saka
Bhayangkara, adalah badan yang dibentuk oleh anggota Saka Bhayangkara ditingkatnya
yang beranggotakan dari anggota krida Saka Bhayangkara yang bertugas memimpin
pelaksanaan kegiatan Saka Bhayangkara sehari-hari.
Krida,
adalah satuan kecil yang merupakan bagian kecil dari Saka Bhayangkarasebagai
wadah kegiatan keterampilan tertentu, yang merupakan bagian dari kegiatan Saka
Bhayangkara yang beranggotakan maksimal 10 (sepuluh) orang.
Kebhayangkaraan,
adalah kegiatan yang berkaitan dengan keamanan negaradalam rangka menjamin
tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila
dan UUD Negara Republik Indonesian Tahun 1945.
Keamanan dan
Ketertiban Masyarakat, disingkat KAMTIBMAS adalah keperluan hakiki masyarakat
yang mendambakan suasana aman dan tertib dalam tata kehidupannya. Keamanan akan
senantiasa berkaitan dengan perasaan masyarakat yang mendambakan :
- Perasaan bebas dari ganguan fisik dan psikis (security)
- Adanya rasa kepastian dan bebas dari kekhawatiran, keraguan dan ketakutan (surity)
- Perasaan ilindungi dari segala macam bahaya (safety)
- Perasaan damai dan tentram lahir batin (peace)
Lambang saka bhayangkara
Bentuk
Lambang saka
bhayangkara berbentuk segi lima beraturan dengan panjang masing-masing sisi 5
cm.
ISI
Isi lambang saka bhayangkara terdiri atas :
Isi lambang saka bhayangkara terdiri atas :
1. PERISAI,
dengsn ukuran gambar:
- Sisi atas = 3,5cm
- Sisi miring atas kiri = 1cm
- Sisi miring atas kanan = 1cm
- Garis tegak tinggi = 8cm
- Garis tegak tinggi = 8cm
2. Bintang 3
(Tiga), Masing-masing dengan garis tengah = 0,8 cm
3. Obor
dengan ukuran gambar:
- Panjang tangkai = 1,5 cm
- Tinggi nyala api = 1 cm
4 Gambar
Lambang Garakan Pramuka, berupa dua buah tunas kelapa dan simetris, dengan
ukuran :
- Garis tengah kelapa = 1 cm
- Tinggi tunas = 2 cm
- Panjang akar = 0,5 cm
- Tulisan dengan huruf besar yang berbunyi ”SAKA BHAYANGKARA”.
Warna
1. Warna
dasar saka bhayangkara ” MERAH”
2. Warna
dasar perisai bagian atas ” KUNING ” dan bagian bawah” HITAM “
3. Warna
tunas kelapa ” KUNING TUA “
4. Warna
obor :
- Nyala api ” MERAH “
- Tangkai obor bagian bawah ” PUTIH “
- Tangkai obor bagian atas ” HITAM ” dan tengah nya adagaris putih
5. Warna
tiga bintang ” KUNING TUA”
6. Warna
tulisan ” HITAM “
7. Warna
bingkai ” HITAM “
Arti Kiasan
Lambang Bhayangkara
1. Bentuk
segilima melambangkan falsafat pancasila
2. Bintang
tiga dan perisai melambangkan Tri Brata dan Catur Prasetya sebagai kode etik
kepolisian negara R.I
3. Obor
melambangkan sumber terang sejati
4. Api yang
menjulang tiga bagian melambangkan Triwikrama (tiga pancaran cahaya)
yaitu :
- Kesadaran
- Kewaspadaan
- Kebijaksanaan
5. Tunas
kelapa menggambarkan lambang gerakan pramuka yang mempunyai makna :
- Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang
menurunkan
generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap
anggota pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
- Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia.
- Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.
- Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
- Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
- Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta kepada umat manusia.
6.
Keseluruhan lambang saka bhayangkara itu mencerminkan tingkah laku dan
perbuatan anggota saka bhayangkara yang aktif berperan serta membantu usaha
memelihara atau membina tertib hukum dan ketentraman masyarakat yang mewujudkan
keamanan dan ketertiban masyarakat yang mampu menujang keberhasilan pembagunan,
serta mampu menjamin tetap tegak nya NKRI yang bersendikan pancasila dan UUD
NRI tahun 1945.
Saka Bahari
Satuan Karya
Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata,
produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan
sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam.
Satuan Karya ini membidangi bidang Kelautan.
Pembinaan
Saka Bahari bekerjasama dengan pihak TNI AL, Profesional di bidang Olahraga Air,
Departemen Pariwisata dan Departemen Kelautan. Umumnya Saka Bahari
hanya berada di wilayah yang memiliki potensi di bidang Bahari.
Krida-krida
dalam Saka Bahari, sebagai berikut.
- Krida Sumberdaya Bahari
- Krida Jasa Bahari
- Krida Wisata Bahari
- Krida Reksa Bahari
Saka Bakti Husada
Saka Bakti
Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan,
penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada
masyarakat dalam bidang kesehatan.
Saka Bakti
Husada diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985,
dengan dilantiknya Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional
oleh Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka yang kemudian dicanangkan oleh Menteri
Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 12 November 1985
sebagai Hari Kesehatan Nasional di Magelang. Sebagai dasar dari pelaksanaan
kegiatan Saka Bakti Husada, maka diterbitkannya petunjuk penyelenggaraan nomor
053 tahun 1985.
Saka Bakti
Husada bertujuan untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang
dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan
Pramuka dan masyarakat di lingkunganya. Kegiatan kesakaan dilaksanakan di
gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan
jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan
sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan
peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan
menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.
Krida-krida
dalam Saka Bakti Husada, sebagai berikut.
- Krida Bina Lingkungan Sehat
- Krida Bina Keluarga Sehat
- Krida Penanggulangan Penyakit
- Krida Bina Gizi
- Krida Bina Obat
- Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Kecakapan
Khusus Kelompok Kebaktihusadaan, sebagai berikut.
|
Krida Bina
Lingkungan Sehat
Krida Bina
Keluarga Sehat
Krida
Penanggulangan Penyakit
|
Krida Bina
Gizi
Krida Bina
Obat
Krida
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
|
Saka Keluarga Berencana
Saka
Keluarga Berencana (Kencana) adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk
meningkatkan pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat, dalam
bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan.
Pembinaan Saka Kencana berada di bawah Gerakan Pramuka yang bekerjasama dengan
Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Krida-krida
Saka Keluarga Berencana, sebagai berikut.
- Krida Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR)
- Krida Bina Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK)
- Krida Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (Advokasi dan KIE)
- Krida Bina Peran Serta Masyarakat (PSM).
Saka Taruna Bumi
Saka Taruna
Bumi adalah wadah bagi para Pramuka untuk meningkatkan dan mengembangkan
kepemimpinan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan para
anggotanya, sehingga mereka dapat melaksanakan kegiatan nyata dan produktif
serta bermanfaat dalam mendukung kegiatan pembangunan pertanian. Pembinaan Saka
Taruna Bumi dilakukan oleh Gerakan Pramuka bekerja sama dengan Departemen
Pertanian, LIPI, dan Lembaga Holtikultura.
Krida-krida
dalam Saka Taruna Bumi, sebagai berikut.
- Krida Pertanian dan Tanaman Pangan
- Krida Pertanian Tanaman Perkebunan
- Krida Perikanan
- Krida Peternakan
- Krida Pertanian Tanaman Holtikultura.
SKK Bidang
Taruna Bumi adalah sebagai berikut
|
Krida
Pertanian Tanaman Pangan, terdiri atas 6 (enam) SKK, yakni:
Krida
Pertanian Tanaman Perkebunan, terdiri atas 11 (sebelas) SKK, yakni:
|
Krida
Perikanan, mempunyai 9 (sembilan) SKK, yakni:
Krida
Peternakan, mempunyai 12 (dua belas) SKK, yakni:
|
Krida
Pertanian Tanaman Holtikultura, mempunyai 32 (tiga puluh dua) SKK, yakni:
|
|
|
|
Saka Wanabakti
Saka
Wanabakti adalah wadah bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk
melaksanakan kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan
rasa tanggungjawab terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Pembinaan Saka Wanabhakti bekerjasama dengan Departemen
Kehutanan, Perhutani dan
LSM Lingkungan Hidup/Lembaga Profesional terkait.
Krida-krida
dalam Saka Wanabakti, sebagai berikut.
- Krida Tata Wana
- Krida Reksa Wana
- Krida Bina Wana
- Krida Guna Wana.
Krida Tata
Wana, terdiri atas 3 (tiga) SKK, yakni:
- SKK Perisalah Hutan
- SKK Pengukuran dan Pemetaan Hutan
- SKK Penginderaan Jauh.
Krida Reksa
Wana, terdiri atas 13 (tiga belas) SKK, yakni:
- SKK Keragaman Hayati
- SKK Konservasi Kawasan
- SKK Perlindungan Hutan
- SKK Konservasi Jenis Satwa
- SKK Konservasi Jenis Tumbuhan
- SKK Pemanduan
- SKK Penulusuran Gua
- SKK Pendakian
- SKK Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan
- SKK Pengamatan Satwa
- SKK Penangkaran Satwa
- SKK Pengendalian Perburuan
- SKK Pembudidayaan Tumbuhan.
Krida Bina
Wana, mempunyai 7 (tujuh) SKK, yakni:
- SKK Konservasi Tanah dan Air
- SKK Perbenihan
- SKK Pembibitan
- Penanaman dan Pemeliharaan
- SKK Perlebahan
- SKK Budidaya Jamur
- SKK Persuteraan Alam.
Krida Guna
Wana, mempunyai 6 (enam) SKK, yakni:
- SKK Pengenalan Jenis Pohon
- SKK Pencacahan Pohon
- SKK Pengukuran Kayu
- SKK Kerajinan Hutan Kayu
- SKK Pengolahan Hasil Hutan
- SKK Penyulingan Minyak Astiri.
Saka Wira Kartika
Saka Wira
Kartika baru berupa saka rintisan yang mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2007.
Pembentukannya berdasarkan Peraturan Bersama Kepala Staf Angkatan Darat dengan
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 182/X/2007 dan 199 tahun 2007 tanggal 28
Oktober 2007 tentang kerjasama dalam usaha pembina dan pengembangan pendidikan
bela negara dan kepramukaan.
Krida-krida
dalam Saka Wira Kartika, sebagai berikut.
- Krida Survival
- Krida Pionering (Perintis)
- Krida Mountainering
- Krida Navigasi Darat
- Krida penanggulangan bencana alam
Saka Kalpataru
Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kwarnas gerakan Pramuka telah menginisiasi lahirnya SAKA
Lingkungan yang di beri nama SAKA KALPATARU, kerjasama ini bermula dari
Kesepakatan Bersama antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan Ketua Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka No. 17/MENLH/11/2011 dan No. 014/PK-MoU/11/2011 tentang
Pelaksanaan Program dan Kegiatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Saka
Kalpataru merupakan satuan Karya Pramuka tempat meningkatkan pengetahuan,
pengalaman, ketrampilan dan kecakapan, dan kepemimpinan Pramuka Penegak dan
Pandega serta sebagai wadah untuk menanamkan kepedulian dan rasa tanggungjawab
dalam mengelola, menjaga, dan mempertahankan dan melestarikan lingkungan untuk
keberlanjutan generasi sekarang dan mendatang. Pembentukan Saka Kalpataru
bertujuan untuk memberi memberi wadah pendidikan dan pembinaan bagi Pramuka
Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat,
kemampuan ,pengalaman dalam bidang pengetahuan dan teknologi serta keterampilan
khususnya yang berkaitan dengan substansi Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup (PPLH) yang menjadi bekal penghidupannya untuk mengabdi pada
masyarakat, bangsa dan Negara.
Satuan Karya
Pramuka Kalpartaru untuk tahap awal meliputi tiga Krida yaitu :
- Krida 3R (Reduce, Reuse, Recycle),
- Krida Perubahan Iklim, dan
- Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati.
Untuk tahap
berikutnya yaitu tahun 2014, Krida SAKA Kalpataru akan ditambahkan sesuai
dengan kebutuhan dalam pengelolaan lingkungan. http://www.menlh.go.id/peningkatan-kapasitas-pamong-dan-instruktur-saka-lingkungan
Berlaku di daerah tertentu
Saka Bina Sosial
Saka Bina
Sosial adalah satuan karya pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilamn praktis dibidang usaha kesejahteraan
sosial guna menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan
nasional. Saka Pustaka dapat kedudukan di Perpustakaan Umum, meskipun demikian
dapat pula berkedudukan di Kwartir
Cabang. Sejauh ini hanya Kwarda
Jawa Tengah yang mempunyai secara resmi
Saka ini.
Saka Kerohanian
Saka
Kerohanian adalah satuan karya pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilamn praktis dibidang pekerjaan kerohanian
menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional.
Dulu saka ini pernah aktif di bawah binaan Kwartir
Cabang Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.
Sekarang Saka Kerohanian sudah tidak ada lagi.
Saka Panduwisata
Saka
Panduwisata adalah satuan karya pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilamn praktis dibidang kepariwisataan guna
menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional.
Pariwisata yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata,
termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha lain yang
terkait dibidang tersebut.
Berbeda
dengan Saka-saka yang lain. Saka Panduwisata dapat kedudukan di Objek dan Daya
Tarik Wisata (ODTW), meskipun dapat pula berkedudukan di Kwartir
Cabang. Sejauh ini hanya Kwarda
Jawa Tengah yang mempunyai secara resmi
Saka ini.
Krida-krida
dalam Saka Panduwisata, sebagai berikut
- Krida Bina Obyek Wisata
- Krida Bina Pramuwisata
- Krida Bina Sarana Wisata
- Krida Bina Seni Budaya
Saka Pekerjaan Umum
Saka
Pekerjaan Umum adalah satuan karya pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilamn praktis dibidang pekerjaan umum guna
menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional.
Dulu ini adalah salah satu saka yang cukup aktif yang berada di bawah binaan Kwartir
Daerah Kalimantan Selatan.
Sekarang Saka Pekerjaan Umum sudah tidak ada lagi.
Saka Pustaka
Saka Pustaka
adalah satuan karya pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan
pengetahuan dan ketrampilamn praktis dibidang kepustakaan guna menumbuhkan
kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional. Saka Pustaka
dapat kedudukan di Perpustakaan Umum, meskipun demikian dapat pula berkedudukan
di Kwartir
Cabang. Sejauh ini hanya Kwartir
Daerah Jawa Tengah yang
mempunyai secara resmi Saka ini.
Saka Pustaka
dimotori oleh Perpustakaan Umum Kabupaten Blora, yang mendapat sambutan baik
dari Kwartir
Cabang Blora maupun Perpustakaan Pusat Daerah Provinsi Jawa Tengah. Dan pada tanggal 29 Desember 2007
secara resmi Saka Pustaka diresmikan di Pendopo Bupati Blora dengan ditandai
Pelantikan Pengurus Saka Pustaka Kwartir
Daerah Jawa Tengah oleh
Ketua Kwartir
Daerah Jawa Tengah dan
Pelantikan Pengurus Saka Pustaka Kwartir
Cabang Blora oleh Ketua Kwartir
Cabang Blora.
Lambang Saka
Pustaka memiliki arti bahwa Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega (2 tunas kelapa warna
coklat) yang tergabung kedalam Saka Pustaka harus mempunyai pancaran semangat
(matahari) serta kemauan untuk bisa menjadi kader pembangunan dibidang
perpustakaan, dokumentasi dan informasi (buku) yang dapat membantu melembagakan
budaya baca dan belajar bagi semua anggota gerakan pramuka dan masyarakat di
lingkungannya dengan tetap berpijak pada landasan Pancasila (Segi Lima) dan
sifat-sifat budi luhur manusia (persahabatan = warna biru, kesucian = bintang
warna putih, keberanian = warna merah dan elegan/kesatriya = warna hitam) untuk
menuju kejayaan/kemakmuran (warna kuning).
Krida-krida
dalam Saka Pustaka,
- Krida Layanan Perpustakaan (Yanpus)
- Krida Pengembangan Bahan Pustaka (Baka)
- Krida Pengembangan Perpustakaan (Peta)
- Krida Deposit dan Penerbitan (Debit)
Saka Teknologi
Saka
Teknologi adalah satuan karya pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilamn praktis dibidang ilmu teknologi guna
menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional.
Sejauh ini Saka Teknologi hanya ada di Kwartir
Cabang Purworejo. Berbeda dengan Kwartir
Darah Nusa Tenggara Barat
menamakan Saka Teknologi dengan penamaan Saka Informasi dan Teknologi.
Saka Telematika
Saka
Telematika adalah Satuan Karya Pramuka yang membidangi masalah teknologi dan
informasi, saka ini terbilang baru dan dirintis oleh Kwartir Daerah Jawa Barat
dengan bekerja sama dengan Telkom sejak Maret 2011 yang lalu, Saka Telematika
ditandatangani oleh Direktur Konsumer Telkom, I Nyoman G. Wiryanata bersama
Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat Dede Yusuf Effendi di GKP Telkom di Jalan
Japati 1 Bandung. Cianjur dan Bekasi adalah beberapa daerah di Indonesia yang
telah membentuk saka tersebut. Tujuan dibentuknya Saka Telematika ini adalah
menjadikan ikon terbaru dari Pramuka sendiri juga mendukung 3,3 juta blog
Pramuka Jawa Barat, tujuan lainnya memiliki rasa cinta kepada telekomunikasi,
edutainment, multimedia dan informatika Indonesia yang menjadikan Pramuka
Indonesia lebih dekat dengan fitur-fitur teknologi yang semakin berkembang.
Saka Telematika terdiri dari 4 krida yakni:
1. Krida Telekomunikasi
- SKK Jaringan Telekomunikasi
- SKK Jasa Telekomunikasi
- SKK Interkoneksi Telekomunikasi
2. Krida
Informatika
- SKK Internet (Web)
- SKK E-Commerce
- SKK Social Networking
3. Krida
Media
- SKK Broadcast
- SKK Video
- SKK Teleconfrence
- SKK Design Grafis
4. Krida
Edutainment
- SKK Game Online
- SKK Content
Tidak ada komentar:
Posting Komentar